Wisata Alternatif di Pulau Tidung

Bermalam dengan cara berkemah di pinggir pantai di Pulau Tidung

Berenang, Berjemur, Bermain Pasir, Snorkling dan Banana Boat. Mungkin hal tersebut adalah yang terbayang pertama kali apabila orang-orang mendengar tentang wisata pantai. Ya, memang apalagi yang bisa kita lakukan di pantai selain hal-hal tersebut? Apalagi sekarang cukup sulit mencari pantai yang masih bersih dan asri.

Tapi terlepas dari itu anda pasti pernah mendengar tentang Pulau Tidung. Ya, salah satu destinasi wisata di ibukota ini memang sedang populer dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi jika untuk wisata pantai, Kepulauan Seribu merupakan wisata pantai terbaik yang dimiliki Provinsi DKI Jakarta.

Selain menawarkan wisata pantai yang umum seperti pantai-pantai lainnya, Pulau Tidung juga menawarkan wisata yang cukup unik untuk ukuran wisata pantai. Wisata alternatif tersebut yaitu berkemah dan memancing. Sedikit aneh memang, namun kondisi Pulau Tidung yang masih sepi dari pembangunan ternyata sangat cocok untuk lokasi camping.

Memancing dan Berkemah di Pulau Tidung

Menikmati sore di Jembatan Cinta Pulau Tidung
Menikmati sore di Jembatan Cinta Pulau Tidung

Menikmati wisata bahari di Pulau Tidung ternyata tidak selalu dengan snorkling dan banana boat. Namun kini, anda juga bisa menikmatinya dengan alternatif lainnya. Seperti memancing dan berkemah misalnya, kedua kegiatan ini bisa menjadi alternatif anda menghabiskan waktu liburan di Pulau Tidung.

Air laut yang jernih, udara yang murni, pemandangan dan kekayaan laut yang membius merupakan daya tarik sendiri bagi pulau yang terletak di utara Jakarta ini. Di pulau kecil yang masih jarang penghuni ni, para penyedia paket wisata juga menawarkan jasa untuk menginap dengan cara berkemah di area pantai.

Sungguh pengalaman menghabiskan liburan yang tidak tergantikan. Menjelajah wilayah pantai utara kota Jakarta sembari memancing di siang hari. Dilanjutkan dengan berkemah di atas hamparan pasir putih dengan api unggun di malam hari. Sebuah alternatif liburan murah meriah bagi warga ibukota.

Meski menawarkan suasana alam, bukan berarti di Pulau Tidung Kecil tidak tersedia listrik dan air bersih. Para warga sekitar banyak yang menyewakan listrik dan kamar mandi di rumah mereka untuk para wisatawan. Harganya pun tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya.

Paket Wisata Bahari di Pulau Tidung Kecil

Bermalam dengan cara berkemah di pinggir pantai di Pulau Tidung
Bermalam dengan cara berkemah di pinggir pantai di Pulau Tidung

Para wisatawan biasanya memilih paket wisata yang disediakan agen pariwisata. Harga per paket sekitar Rp 350.000. Dan biayanya juga semakin murah jika semakin ramai peserta yang ikut. Bahkan menurut info bisa mencapai Rp 250.000 per orang jika peserta lebih dari 15 orang.

Akan tetapi tetap saja,  berkemah dan memancing bisa menjadi alternatif menarik dan tentu lebih murah. Tota jika dijumlahkan semuanya, kira-kira hanya memerlukan biaya sekitar Rp 150.000 untuk tiket pergi-pulang dan membeli segala perbekalan selama di Pulau Tidung. Lebih murah bukan?

 

 

 

Biaya yang diperlukan untuk menyewa tenda untuk berkemah dan untuk biaya air bersih disana juga tidak terlalu mahal. Ketimbang menyewa homestay, tentu semua ini jauh lebih murah. Biaya tenda biasanya hanya dikenakan Rp 10.000 – Rp 15.000 per orang. Dan untuk biaya listrik untuk menge-charge serta air untuk mandi juga cukup murah, hanya sekitar Rp 15.000.

Arsad, penjaga keamanan di Pulau Tidung Kecil, menuturkan, beberapa kali di sejumlah titik pernah terjadi kebakaran. ”Sepertinya wisatawan lupa memadamkan api unggun sampai benar-benar padam,” ujarnya.

Meskipun pernah terjadi kebakaran, pulau ini tetap terbuka untuk berkemah. Jadi, bagi yang ingin berkemah di tempat itu, jangan lupa mematikan api unggun dan jangan buang puntung rokok sembarangan.