Wisata di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu

Kapal cepat yang bisa disewa dari Pelabuhan Marina, Ancol

Jika menyebutkan kata Kepulauan Seribu, otomatis pikiran kita semuas tertuju ke Pulau Tidung, Pulau Pari dan pulau-pulau lainnya yang kerap menjadi target wisata para pengunjung. Namun dari semua itu ternyata ada juga sebuah pulau yang tidak terlalu hits di kalangan masyarakat, namun soal suasana tentu bisa diadu.

Ya, pulau ini bernama Pulau Sabira. Terletak cukup jauh di semenanjung utara Kepulauan Seribu, secara lokasi pulau ini lebih dekat ke Provinsi Lampung. Namun meskipun begitu, Pulau Sabira ini ternyata secara administratif masih terdaftar di wilayah DKI Jakarta.

Meskipun cukup indah dan tidak terlalu banyak wisatawan, Pulau Sabira ini ternyata tidak terlalu menjadi destinasi wisata para masyarakat. Karena selain minimnya fasilitas wisata, mahalnya biaya perjalanan (lebih dari 1 juta rupiah/orang) juga diperkirakan menjadi pertimbangan orang untuk tidak ke Pulau Sabira.

Sabira, Sang Penjaga di Utara

Hanya orang berduit saja yang bisa mendatangi Pulau Sabira
Hanya orang berduit saja yang bisa mendatangi Pulau Sabira

Terletak di Kelurahan Harapan, Kecamatan Pulau Seribu Utara, Pulau Sabira ternyata menyimpa sejarah yang cukup mengagumkan. Pulau yang hampir merapat ke Provinsi Lampung ini rupanya dikenal juga sebagai Sang Penjaga Utara atau Noord Watcher pada masa kolonial Belanda.

Disebut seperti ini karena memang pada waktu itu disini terdapat Mercusuar penjaga yang tinggi nya mencapai 50 meter. Dan pada jaman dahulu mercusuar tersebut digunakan untuk mengawasi kapal yang tiba dari utara. Selain itu, mercusuar in juga berfungsi sebagai pertanda kepada kapal bahwa kapal tersebut segera merapat ke daratan.

Di masa sekarang, Pulau Sabira telah ditempat penduduk setempat yang mayoritas merupakan Suku Bugis. Dengan total penduduk mencapai 506 jiwa, diperkirakan Suku Bugis disini mencapai 95%. Ini sanat terlihat dari bagaimana para penduduk menyambung hidup mereka dari menangkap dan mengolah ikan. Tipikal masyarakat Bugis sekali.

Pulau Sabira Sebagai Objek Wisata

Pulau Sabira juga menyimpan segudang potensi wisata
Pulau Sabira juga menyimpan segudang potensi wisata

Popularitas Pulau Sabira sebagai destinasi wisata memang tidak sehebat Pulau Tidung, Pulau Pari, maupun Pulau Harapan. Ini dikarenakan budget yang diperlukan untuk bisa mencapai Pulau Sabira memang terbilang sangat mahal. Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu, Micky Musleh pun mengiyakan hal tersebut. Dalam sebuah wawancara Micky menjelaskan:

“Biaya untuk menyebrang ke Sabira memang lebih mahal ketimbang ke pulau painnya di Kepulauan Seribu. Dengan mengunakan kapal kayu di Muara Angke bisa disewa berkisar Rp 10 jutaan, sedangkan kalau pakai kapal cepat di Marina Ancol bisa disewa berkisar Rp 15 juta-Rp 20 juta,” jelas Micky.

“Disini juga jarang agen pariwisata yang menyediakan paket perjalanan kesini. Ya kalaupun ada, biasa jumlah wisatawan minimal 20 orang dan harga paketnya berkisar Rp 4,5 juta per orang. Maka dari itu biasanya hanya kalangan berduit saja yang bisa kesini,” tambah pria berusaha 28 tahun tersebut.

Kurangnya perhatian Pemerintah Provinsi dalam menyediakan fasilitas transportasi menuju Pulau Sabira juga membuat orang enggan datang kesana. “Setahu saya beberapa tahun masih ada kapal perhubungan (Dinas Perhubungan) menuju Pulau Sabira. Tapi kayaknya sekarang sudah tidak kelihatan lagi,” lanjut Micky.

Sudah jauh, tidak ada homestay dan penginapan pula. Dengan biaya sebesar itu, tentu orang akan lebih memilih untuk sekalian berlibur ke Bali. Padahal potensi wisata di Pulau Sabira tidak kalah hebat dengan pulau-pulau lain. “Di Pulau Sabira ada berbagai macam wisata, misalnya snorkeling, pantainya yang indah, populasi ikan yang tinggi bahkan mercusuar peninggalan Belanda. Sebetulnya potensi wisata di sini sungguh besar,” tutup sang Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu tersebut.

 

Agro Wisata di Pulau Tidung

Wisata Agro di Pulau Tidung

Apa yang anda bayangkan saat menghabiskan waktu liburan di pantai? Paling tidak jauh-jauh kalau tidak berenang, berjemur, main pasir dan sejenisnya. Tapi taukah anda ternyata ada banyak alternatif untuk menghabiskan waktu liburan di pantai. Jadi selain melepas rutinitas sejenak, ini juga bisa menjadi pengalaman baru bagi anda.

Akan tetapi apa saja yang bisa dilakukan di pantai selain tiga hal di atas? Oh sudah pasti masih banyak pilihannya. Misalnya saja mencoba pengalaman baru snorkling yang terdapat di Pulau Tidung, atau banana boat di Anyer dan masih banyak lagi rupanya kegiatan menarik yang bisa kita lakukan di pantai.

Yang terbaru dan cukup menarik adalah Agrowisata di Pulau Tidung. Cukup unik bukan, agrowisata di daerah pantai. Memang biasanya agrowisata itu populer di kawasan perkebunan seperti perkebunan teh, strawberry dan kebun-kebun di wilayah pegunungan lainnya. Ini lah yang menarik, seperti apa kira-kira Agrowisata yang terdapat di Pulau Tidung? Simak artikel di bawah ini!

Pulau Tidung Kini Ada Wisata Agro-nya!

Wisata Agro di Pulau Tidung
Wisata Agro di Pulau Tidung

Terletak di Pulau Tidung Kecil, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Pulau Seribu Selatan. Tampaknya dinas pariwisata daerah sana tidak pernah kehabisan cara untuk menarik minat wisatawan. Dengan menjual keindahan pantai-pantai mereka yang berpasir putih dan berair jernih saja padahal telah membuat Pulau Tidung ramai dikunjungi wisatawan.

Kini pemerintah setempat bekerja sama dengan Suku Dinas Kelautan dan Pertanian, Kelurahan Pulau Tidung berencana untuk membangun sebuah Agrowisata. Dan di Agrowisata baru mereka tersebut kabarnya telah direncanakan untuk dibuat tanggul sepanjang 40 meter, jalan inspeksi, jogging track serta penangkaran ikan paus. Luar biasa bukan?

Sementara itu, Kepala Seksi Pertanian dan Kehutanan, Solihin memberikan gambaran akan seperti apa kira-kira Agrowisata yang akan dibangun di Pulau Tidung tersebut:

“Tahun ini kami ada 5 kegiatan yaitu pembuatan tanggul dan gapura, membuat jalan inspeksi, jogging track mulai dari jembatan cinta, direncanakan sekeliling pulau. Namun akibat keterbatasan dana, maka tahun ini baru dibangun 800 meter,” ujar Solihin.

“Nantinya akan ada sebuah tempat penangkaran tulang ikan paus dengan luas 6×12 meter, Biogas Sapi, dan penanaman ratusan pohon buah naga di Pulau Tidung Kecil ini,” tambahnya.

Agrowisata Terbaik di Indonesia

Selain di Pulau Tidung Kecil ini, ternyata sudah cukup banyak tempat Agrowisata yang lebih dahulu eksi di tanah air. Namun, munngkin karena pemerintah setempat kurang mempromosikannya jadi tidak banyak yang mengetahui tempat-tempat tersebut.

Berikut adalah lokasi Agrowisata terkenal di Indonesia:

  • Perkebunan Teh Rancabali, Bandung
    Perkebunan teh Rancabali berada di dataran tinggi, di kaki Gunung Patuha lebih tepatnya di Kec. Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Udara sejuk dan pemandangan indah yang ditawarkan pasti akan membius anda.
  • Kebun Strawberry Lembang
    Konsep memetik dan membawa pulang strawberry yang telah anda petik menjadi andalan perkebunan yang terletak di Lembang, Jawa Barat ini.
  • Merapi Farma Herbal
    Berlokasi di kaki Gunung Merapi, di Merapi Farma Herbal anda bisa memesan dan meminum jamu racikan mereka.
  • Agrowisata Taman Turi
    Letaknya di Dusun Gadung, Desa Kebun Kerto, Kec. Turi, Kab. Sleman, Yogyakarta, para pengunjung juga bisa memetik sendiri salak pondoh dari perkebunan dan makan di tempat ataupun dibawa pulang. Taman Turi ini juga dilengkapi berbagai fasilitas wisata, seperti tempat bermain, taman bunga, kolam pemancingan, kolam renang dan berbagai fasilitas lainnya, walaupun banyak diantaranya tidak terawat dan dibiarkan rusak.

Liburan Low Budget di Pulau Tidung

Liburan di kepulauan seribu memang telah menjadi wishlist wajib liburan bagi masyarakat ibukota. Tidak hanya wisata keluarga, ternyata berlibur di pulau seribu juga kerap menarik minat para anak muda. Apalagi bagi mahasiswa dan mahasiswi dengan budget pas-pasan, pulau tidung kerap menjadi sweet escape dalam agenda berlibur mereka.

Untuk berwisata di pulau tidung ini, ternyata tidak menghabiskan banyak biaya. Bahkan banyak sekali anak sekolah yang bisa berangkat kesini dengan hanya bermodalkan menabung dari uang jajan mereka. Dan juga dari segi akses pun tidak terlalu sulit, dan lagi-lagi..sangat sangat sangat murah. Untuk mencapai pulau tidung ini, para wisatawan bisa mengaksesnya dengan dua cara.

Bisa melalui pelabuhan Muara Angke, bisa juga melalui pelabuhan Marina Bay, Ancol. Kedua akses tersebut terbilang sangat berbeda, karena yang satu menawarkan biaya yang sangat murah, sedangkan yang satunya menawarkan kenyamanan dan singkatnya waktu perjalanan. Mana yang lebih baik? Semua tegantung pilihan masing-masing para wisatawan.

Liburan Hemat dengan Paket Wisata Pulau Tidung

Berkemah di pinggir pantai jadi alternatif para wisatawan pulau tidung
Berkemah di pinggir pantai jadi alternatif para wisatawan pulau tidung

Memang secara finansial berlibur di Pulau Tidung tidak terlalu menghabiskan banyak biaya seperti kita berlibur di pulau eksotik lainnya. Namun ternyata ada cara yang bisa membuatg anda lebih hemat lagi, apakah itu? Ya, itu adalah dengan mengambil paket wisata pulau tidung. Konon menurut informasi yang beredar, dengan mengikuti paket wisata, budget yang dikeluarkan bisa lebih ditekan.

Lalu, apakah dengan mengikuti paket trip berarti kita bergabung dengan pengunjung lainnya? Tidak juga, semua tergantung kepada kuota orang yang kita ikutsertakan. Misalnya kita bersepuluh mengikuti paket tersebut, maka otomatis kita akan mendapat tour guide sendiri untuk mebimbing kita selama kegiatan kita di pulau tidung. Ini semua tentu sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Dan juga dengan paket wisata, anda sudah dipastikan mendapatkan segudang fasilitas. Fasilitas tersebut jika anda cari sendiri on the spot, akan memakan biaya yang lebih besar. Ya, mungkin anda bisa menawarnya, namun terkadang sang penyedia jasa tersebut lebih mengutamakan partai besar seperti rombongan paket wisata ketimbang pelanggan personal.

Budget Yang Harus Disiapkan Sebelum ke Pulau Tidung

Merasakan keindahan bawah laut di Pulau Tidung
Merasakan keindahan bawah laut di Pulau Tidung

Bagi anda yang tidak ingin mengikuti paket wisata, ternyata liburan ke pulau tidung juga bisa dicapai secara pribadi. Namun tentu akan menghabiskan dana yang lebih besar ketimbang mengikuti rombongan wisata. Perkiraan untuk melakukan perjalanan wisata ke pulau tidung untuk satu orang akan menghabiskan biaya sekitar Rp. 350.000 – Rp. 500.000. Lumayan tinggi jika dibandigkan dengan paket wisata yang hanya menghabiskan Rp. 250.000 – Rp. 375.000.

Untuk biaya yang perlu anda persiapkan jika anda ingin melakukan perjalanan secara non paket, berikut adalah biaya yang perlu anda persiapkan:

  • Ongkos kapal untuk menyebrang
    – Pelabuhan Muara Angke: Rp. 50.000 x 2 = Rp. 100.000
    – Marina Bay Ancol : Rp. 150.000 x 2 = Rp. 300.000
  • Penginapan
    – Homestay : Rp. 500.000/malam (2 Kamar, maksimal 2 orang/kamar)
  • Biaya Makan
    – Warung Makan: Rp. 15.000 (sekali makan)
  • Hiburan
    – Sewa Sepeda : Rp. 20.000/unit
    – Snorkling : Rp. 40.000/orang (30 menit)
    – Banana Boat : Rp. 100.000/30 menit (untuk 4 orang)
    – Karcis Masuk Pantai : Rp. 1.000 – Rp. 5.000/orang

Kira-kira segitulah biaya yang harus anda keluarkan jika anda berniat untuk menghabiskan waktu berlibur di Pulau Tidung secara pribadi (tanpa mengikuti paket perjalanan wisata). Setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, namun semua kembali lagi kepada pilihan anda. Apakah anda mengutamakan kenyamanan dalam liburan anda, atau justru ingin merasakan sensasi low budget traveling. Well, selamat berlibur!