Bandara Kepulauan Seribu Segera Beroperasi

Kepulauan Seribu kerap menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan. Menikmati suasana pantai merupakan kegiatan favorit para warga ibukota dalam beberapa tahun belakangan ini. Sejak foto-foto pantai pasir putih di Pulau Tidung mulai beredar di internet, kini kepulauan di bagian utara Ibukota menjadi destinasi wisata wajib bagi kaum muda Jakarta.

Dalam menempuh lokasi Pulau Tidung, para wisatawan pun memiliki banyak alternatif. Ada yang memilih untuk menyebrang menggunakan kapal nelayan dair pelabuhan Muara Angke. Namun bagi yang memiliki budget lebih, biasanya mereka memilih menyebrang menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Marina Ancol. Keduanya sangat direkomendasikan tergantung bagaimana kondisi keuangan anda.

Bagaimana bagi kita yang memiliki pengalaman buruk dengan laut? Mabuk laut atau fobia laut dan sebagainya? Tenang, menurut kabar yang beredar kini Kepulauan Seribu menyediakan lapangan udara (bandara) juga untuk para wisatawan yang ingin menempuh perjalanan dengan jalur udara. Jadi bagi kalian yang tidak bisa menyebrang via kapal, kalian bisa langsung terbang ke bandara Pulau Seribu.

Bandara di Pulau Panjang, Kep. Seribu

Bandara Pulau Panjang Besar segera dibangun kembali
Bandara Pulau Panjang Besar segera dibangun kembali

Landasan udara ini kabarnya memang telah ada sejak jaman kepemimpinan mantan Presiden Soeharto. Dalam sebuah kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, Bupati Kep. Seribu Tridjoko, Sri Mugianto mengungkapkan bahwa bandara tersebut memang sudah ada sejak lama. “Iya sudah lama, dari sejak jaman krismon dulu. Tapi sekarang sudah terlantar dan tidak beroperasi lagi,” ujar Tridjoko.

Perencanaan pembangungan yang kurang mantap serta tidak kompetennya SDM yang menangani pembangungan Bandara di Pulau Panjang merupakan alasan utama mengapa kini bandara tersebut vakum. Selain itu, krisis moneter juga berperan dalam membuat bandara di Pulau kini berhenti beroperasi.

“Untuk masalah pengelolaan nanti kita limpahkan ke pihak swasta dengan sistem BTO (Built Transfer Operation). Selain itu mereka juga kita berikan hak mengembangkan pulau di sekitar wilayah pulau Panjang,” tambah sang Bupati.

Meski pembangunan kembali telah dimulai tahun ini, Tridjoko belum bisa memberikan tanggal pasti kapan bandara bisa kembali beroperasi seperti dulu. “Kita kan mau bawa Pulau seribu jadi wisata internasional, jadi akses transportasi harus lebih mudah. Lapangan Udara Pulau panjang tahun ini belum bisa operasi tapi pasti akan kita benahi,” tutup Tridjoko.

Ahok Ingin Pembangunan Bandara Segera Dilanjutkan

Ahok mengungkapkan bahwa pembangunan kembali Bandara Pulau Panjang Besar segera dilakukan
Ahok mengungkapkan bahwa pembangunan kembali Bandara Pulau Panjang Besar segera dilakukan

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok dikabarkan akan segera melanjutkan pembangunan di Kepulauan Seribu. Bandara yang terletak di Pulau Panjang Besar, Kep. Seribu tersebut sebelumnya sempat beroperasi pasca krisis di tahun 1998. Pemprov DKI Jakarta dikabarkan akan segera mengadakan pelelangan proyek pembangunannya mulai tahun ini.

“Tahun depan pembangunan bisa mulai sebenarnya. Lelang kita ingin tahun ini dimulai. Saya sudah tugaskan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) untuk mengatur bagaimana cara lelangnya,” ujar Ahok dalam sebuah kunjungan di Pulau Panjang beberapa waktu lalu.

Pemerintah Provinsi sebenarnya telah melakukan pembangunan pendukung tahap awal dengan membangun bangunan anti abrasi di sepanjang pulau. Akan tetapi, masalah yang timbul dalam pelaksanaannya membuat rencana tersebut baru bisa direalisasikan Pemprov DKI pada tahun ini.

Selain itu, sejumlah villa juga direncanakan akan ditambahkan oleh Pemprov DKI. Penginapan dengan model rumah khas Betawi tersebut direncanakan untuk dibangun di sekeliling Pulau Panjang Besar. Nantinya, pembangunan villa dan bandara akan melibatkan pihak swasta tanpa memberikan hak milik pulau kepada pemenang lelang nantinya.